Home > Allah, Ilah, islam > TIMBANGANNYA BENAR, UKURANNYA BENAR….APANYA YANG SALAH YAH (?)

TIMBANGANNYA BENAR, UKURANNYA BENAR….APANYA YANG SALAH YAH (?)

Suatu hari di pagi-pagi buta tepatnya selepas waktu subuh, dimana sang surya masih enggan beranjak dari peraduannya,. ..aku berjalan di tengah –tengah keramaian orang yang begitu banyak dan penuh dengan hiruk-pikuk yang di iringi dengan ajakan…,nyanyian…bahkan teriakan-teriakan sedang… yang dimaksudkan untuk mendapatkan perhatian orang, agar jualannya laku dibeli orang yang sedang berlalu lalang di sekitar mereka…
Oh…rupanya tempat itu adalah – pasar pagi – ( begitu orang menyebutnya ), sebab selepas waktu yang diizinkan untuk berjualan maka tempat itu harus segera dibersihkan untuk difungsikan kembali sebagai jalan raya.
Tidak terasa…keringat-pun mulai bercucuran membasahi kaos oblong yang kukenakan, seiring dengan sinar mentari yang semakin terasa menembus dan menghangatkan udara yang tadinya masih dingin…Lalu akupun bermaksud untuk segera pulang ke rumah dengan berjalan ke arah dimana aku tadi parkir kendaraanku, sebelum aku membuka pintu mobil…lewatlah seorang ibu ditemani pembantunya sambil berkata : “ …penjual buah itu … tadi sepertinya curang deh ya bu nimbangnya ?!…”. Kemudian ibu itu menjawab : “…yah sudahlah…mana ada – hare gene –timbangan yang tepat ! apa-apa juga…banyakan cuman ngira-ngira doang… !”.
Sambil mengarahkan mobil menuju kembali ke rumah…aku berfikir…dan berkata pada diriku sendiri…” benar ibu yang tadi,…hari ini jangankan timbangan yang dikira-kira…hal terpenting dalam hidup manusia di dalam menjalankan perannya sebagai abdi Allah juga kebanyakan dilakukan dengan mengira-ngira tanpa ada “ ukuran dan timbangan “ yang tepat dan pasti, padahal “ ukuran dan timbangan “yang dimaksud masih ada…hanya saja kebanyakan orang sudah meninggalkannya dan tidak mengetahuinya…dalam bahasa Kitabullah dikatakan ….”… walakin aksaronnasa laa ya’lamuun…”.
Andai saja suatu hari….salah satu atau beberapa di antara kita ada yang berbelanja ke suatu tempat dan membeli sesuatu dengan ukuran berat atau ukuran panjang, ataukah ukuran bilangan barang maka…dipastikan, sebelum kita beranjak dari tempat membeli itu …biasanya kita sudah yakin akan berat timbangan,…ukuran panjang atau jumlah satuan barang yang kita inginkan.Tentu saja dalam hal ini…bukan berarti ukuran atau timbangannya yang tidak ada, tapi cara si tukang jual memilih dan menentukan alat ukur dan bagaimana menggunakannya….itulah yang menentukan akan keyakinan kita, padahal kita juga tidak pernah dan tidak mungkin memeriksa timbangan atau ukuran yang digunakannya.
Dalam kasus seperti ini….orang-orang yang punya kecerdasan ilahiyah yang “ hidup “….diharapkan untuk punya keberanian keluar dari “ doktrin buta “ bahwa ukuran kebenaran bukan di sandarkan pada rasa atau pada opini orang, tetapi sandarkanlah pada ukuran dan timbangan “ Sang Tuan dari segala tuan “ sebagai pencipta , pemilik, penguasa dan pemelihara alam jagad raya ini. Pahamilah penjelasan tentang “ timbangan “ dari timbangan itu sendiri. Dengan demikian…kita tidak lagi disibukkan untuk mencari dan hanya mencari hal-hal di luar timbangan itu sendiri….sebab di dalam timbangan itu telah dijelaskan segala sesuatu. Semoga dimengerti…!

Salam,
Andi Dhalan

Categories: Allah, Ilah, islam
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: