Home > dinullah, hukum Allah > HOW TO CREATE THE CHANGE (?)

HOW TO CREATE THE CHANGE (?)

Pada hakekatnya alam semesta sudah ditata sedemikian rapi oleh – Allah Rabbil ‘Alamiyn – sampai mencapai titik – miitsaan – (kesetimbangan). Akan tetapi titik kemitsanan itu bisa terganggu apabila komunitas manusia yang ada di muka bumi ini tidak miitsaan, dalam arti tidak adanya suatu bentuk masyarakat yang stabil, masyarakat yang tidak stabil adalah masyarakat yang “ hobby “ melakukan pertumpahan darah, masyarakat “ binatang “ yang -ba’dukum liba’din aduwwun- Mari kita perhatikan petikan dialog antara Allah dan Malaikat yang digambarkan secara fragmentasi di dalam Alquran (QS.2 : 30) , tatkala Allah hendak menjadikan Nabi Adam sebagai Khalifah…berkatalah malaikat : “ …ataj’alu fiihaa man yufsidu fihaa wa yasfiku addimaa a… “, yang artinya : “…mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah…”
Supaya tidak terjadi seperti yang dikhawatirkan oleh malaikat itu, atau seperti yang kita saksikan hari ini, dimana suatu bangsa yang kuat menindas bangsa yang lemah – como comuni lipus -, maka manusia harus – back to – fitrah Allah, kembali kepada suatu tata cara hidup yang penuh dengan kepastian dan kejelasan, yang kesemuanya telah di-elaborate secara apik oleh Allah. Maka semua model kehidupan yang di luar daripada yang dimaksudkan oleh Allah itu, tidak dapat lagi disebut kehidupan masyarakat manusia tetapi telah berubah menjadi kehidupan masyarakat – an ‘aam/binatang -, sebab sangat tidak cocok dengan fitrahnya manusia. Masyarakat manusia bukan dilandasi dengan kekuatan atau – power – baik ekonomi maupun angkatan perang, tetapi masyarakat manusia itu adalah masyarakat moral, masyarakt akhlak, masyarakat yang – ruhamaa’u bainahum – yang menyayangi orang lain seperti menyayangi dirinya sendiri, tanpa memandang agamanya. Jika masyarakat seperti ini sudah tercipta sebagai bentuk masyarakat yang tertinggi, maka seluruh makhluk Allah, jangankan manusia semut pun akan mendapat barokah, mendapat rahmat dari alam ini jika kehidupan ini kembali kepada fitrah Allah.
Untuk mensetimbangkan kehidupan – fi al ardhi – ini, jangan sampai “ataj’alu fiihaa man yufsidu fihaa wa yasfiku addimaa a “ maka diperlukan “ Hua allazii ba’asya fil ummiyyiina rasuulan minhum… “ yang bertugas membacakan dan mengajarkan wahyu, dien Allah itu, agar manusia bersih dari segala bentuk perbuatan syirik, dan mengajarkan hukum atau undang-undang Allah, serta kebijaksanaan sebagai seorang pemimpin dalam memimpin ummatnya, padahal kaum Adam pada waktu itu dalam kesesatan yang nyata. Artinya ini merupakan sunnah bagi seluruh Nabi dan Rasul Allah. Dengan adanya suatu – Sulthon – dalam kehidupan di bumi ini “ waj’alnii milladunka sulthonan nasiiroo “ buatkanlah Ya Allah dari sisi Engkau ini – Sulthon -, sebab misi daripada ummat yang taat dan tunduk patuh kepada-Mu ini adalah “ ta’muruuna bi al ma’ruf wa tanhauna ‘anil munkar “, caranya bukan dengan cara-cara parsial seperti sekarang. Tetapi harus merupakan satu komunitas yang utuh, solid dan kuat, sehingga sanggup “ liyudzhirohu ‘alaa addiini kullih “ dalam arti menundukkan dan mengalahkan syistem-syistem yang tadinya ada dan menggantikan mereka.
Dengan tegaknya – Sulthon – itu maka berlakulah hukum Allah, dengan demikian barulah disebut ibadah. Ibadah adalah melaksanakan hukum Allah di bumi Allah. Adapun tingkat ibadah (jika merujuk kepada apa yang dulu pernah dicontohkan oleh Muhammad Rasulullah) ada dua fase yaitu : Fase Makkiyah sebagai peroses da’wah dan Fase Madaniyah sebagai peroses mendzohirkan dien, sampai terwujudnya Khilafah. Karena khilafah itu aktualisasi visinya adalah “ fi al ardhi “ maka sasarannya adalah dunia. Wahai anda yang bertelinga, bermata dan berotak… maka mendengarlah…, melihatlah… dan berfikirlah ! Tentukan pilihan hidupmu dan lakukan perubahan…Semoga !

Salam,
Andi Dahlan

Categories: dinullah, hukum Allah
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: