Home > messenger > ANTARA IMAN, POHON DAN KECERDASAN…..APAAN SEH ?!

ANTARA IMAN, POHON DAN KECERDASAN…..APAAN SEH ?!

Seperti yang pernah saya singgung sebelumnya pada beberapa tulisan saya…, bahwa berbicara Dienul Islam rupanya memang bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal yang sulit….Al Islam akan menjadi mudah difahami ketika kita mencoba meneropongnya dengan kacamata Al Qur’an. Coba kita perhatikan QS.Ibrahim (14) : Ayat 24 – 25, yang kira-kira penjelasannya kurang lebih seperti ini : Dienul Islam itu di ibaratkan seperti sebatang pohon yang tumbuh subur dengan akar yang teguh yang menghunjam ke bumi…. dimana batang serta rantingnya menjulang tegak lurus ke langit, sehingga pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan siizin Allah. Atau seperti bangunan yang kokoh…yang tentu saja tatkala kita berbicara tentang bangunan maka jika cara kerjanya benar, sudah pasti diawali dengan pekerjaan pondasi yang kokoh, baru kemudian dinding, lalu atap sebagai tahapan pekerjaan struktur yang terakhir….Demikianlah perumpamaan itu di ajarkan Allah agar manusia dapat mengambil pelajaran daripadanya.
Maka ketika kita berbicara tentang Dienul islam … sebaiknya kita melihatnya dalam tiga bagian utama seperti kita melihat pohon atau bangunan yang diumpamakan pada awal tulisan ini, yaitu ; 1. Aqidah ( Akar atau Pondasi ), 2. Syari’at ( Batang atau Dinding ), 3. Muamalah ( Buah atau Atap berikut segala pernak-perniknya ).
Aqidah adalah landasan utama yang harus menjadi perhatian kita sebelum berbicara syari’ah ( baik itu syari’ah magdoh yang bersifat ritual di antaranya shoalat, puasa, zakat dan berhaji….maupun syari’ah hukum ), baru kemudian yang terakhir adalah muamalah atau akhlak, atau perilaku manusia sebagai buah dari pohon yang baik.
Pernah satu ketika…. saya membaca salah satu hadits riwayati Abu Dawd (Juz 1 halaman 646, No.1070), tentang di izinkannya seseorang oleh Rasulullah Muhammad untuk tidak perlu lagi shoalat jumat ba’da shoalat ied di pagi hari sebelumnya di hari yang sama, yang mana masalah ini di sebahagian masyarakat agamis islamisme, hingga hari ini tetap menjadi polemik yang sewaktu-waktu dapat memicu terjadinya perpecahan di tengah-tengah masyarakat……Padahal sebenarnya hal serupa itu, juga merupakan bagian yang semestinya tidak menjadi fokus pembahasan di dalam upaya mencermati perumpamaan tentang “ Pohon “ di atas, sebab itu juga merupakan masalah “ batang “ dari suatu pohon atau syari’ah… Belum tentu akar pohon yang kita jaga itu adalah akar yang baik dan benar. Sebab ada juga disebutkan di dalam Al Quran …… perumpamaan tentang pohon yang buruk yang disebabkan karena pohon itu memiliki akar yang tidak baik…., tidak kokoh….akarnya hanya sedikit yang masuk kedalam tanah sehingga pohon itu mudah tercabut…dan itulah yang dimaksud dengan pohon yang akarnya “…Ijtussyat min fawqi al ardhi…”.
Mari kita kembali mencermati salah satu peringatan Allah yang justreru ditujukan kepada orang-orang yang “ merasa “ sudah dekat kepada-Nya dengan senantiasa menjaga “ batang “ atau syari’ah maghdoh saja ….QS.An Nisaa’ (4) : Ayat 60 bahwa : “ Apakah kamu tidak memperhatikan orang –orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak behakim kepada thaghut, padahal mereka telah dipetintahkan mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya. “
Menjelaskan ayat di atas sebenarnya memerlukan waktu yang cukup panjang….tetapi baiklah akan saya coba menguraikannya serinkas mungkin…Begini saudaraku, adanya kata yas’umuwna annahum amanuw bimaa unzila ilaika wamaa unzila min qoblika…., menunjukkan bahwa betapa sesungguhnya ada orang yang telah bersungguh-sungguh dengan segala upaya pengabdiannya kepada Allah yaitu dengan memelihara rukun iman dan rukun islam…ternyata masih juga tertolak ibadahnya oleh Allah dikarenakan dia telah bertahkim (berhakim ) kepada hukum yang bukan dari Allah…melainkan berhukum kepada hukum thaghut itu, yaitu pengabdian kepada( hukum-hukum atau system kehidupan yang berlandaskan kepada “hawahu” atau kepentingan nafsu manusia atau kepentingan golongannya saja ), sehingga manusia mengalami perpecahan atau tafarroq….Padahal dikatakan di dalam Al Quran bahwa ….Minallaziyna farroquw diynahum wa kanuw syia’an kullu hizbin bimaa ladayhim farihun ( orang – orang yang memecah belah dien mereka lalu mereka menjadi beberapa golongan, dan setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka, maka…..faulaaika humul musyrikuwn ( maka meraka itulah orang-orang yang telah berbuat syirik atau mempersekutukan Allah )….Ini adalah masalah AQIDAH (AKAR atau PONDASI) dari Dien Al Islam yang benar-benar harus difahami terlebih dahulu sebelum kita membahas dan memahami masalah “ BATANG “ ….Alasannya adalah…buat apa semua itu (ibadah ritual) kita lakukan… kalau toh pada akhirnya akan menjadi sia-sia…sebab dikatakan di dalam Al Quran : “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni selain dari dosa syirik itu,bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah bebuat dosa yang sangat besar “ QS.4 : 48. Ini adalah bahaya laten….yang harus dicerdasi, agar seluruh amal ibadah kita, pengabdian kita, shoalat kita, puasa kita, zakat kita dst….menjadi benar adanya dan mendapat ridho dari Allah….Maka tidaklah mungkin ada pohon yang dikatakan memiliki batang dan buah yang baik tatkala akar dari pohon itu sendiri sedang digerogoti oleh hama….layaknya aqidah kebanyakan manusia hari ini yang telah jauh meninggalkan pengajaran Allah di dalam kitab-kitab-Nya, maka out put yang tersaji tidak lebih dari ibarat buah simala kamah….dimakan bakalan keracunan yang berujung kepada kematian….dan jika tidak dimakan akibatnya kelaparan yang juga berujung kepada kematian !
Pantas saja Allah mengatakan kepada Adam …… : “ ….Wahai Adam, janganlah sekali-kali engkau dan isterimu mendekati pohon itu, yang bisa menyebabkan engkau tergelincir….ke dalam ke dzaliman…”.
Hari ini….tidak sedikit orang merasa sebagai hamba Allah dan mengaku sebagai ummat Muhammad Rasulullah….Mereka mempatrikan rukun iman di dalam dadanya, tetapi sesungguhnya mereka telah jauh meninggalkan salah satu dari rukun iman itu sendiri dengan hanya sekedar membunyikan huruf-huruf quran….apatah lagi hendak di ajak untuk membuka dan mengimani kitab-kitab Allah yang lainnya….maka nyaris mustahil hal itu akan dilakukaknnya….Nehi !….Nehi ! jawabnya….sekalipun itu menentang perintah Allah (QS.Al Baqarah : Ayat 136).
Sadar atau tidak sadar orang – orang itupun lebih banyak belajar hadits-hadits daripada Al Quran, bahkan ada kecenderungan mensejajarkan Al Quran dengan Al Hadits….Kalau kembali kepada Al Quran saja enggan….apatah lagi untuk diajak ber-Tawrat atau ber- Injil….sungguh ini satu ironi dan preseden buruk yang telah membelenggu dan memenjarakan manusia dari faham-faham sektarian secara turun temurun dan menyesatkan selama beratus-ratus tahun…! Oleh karena itu…janganlah memahami Al Quran dengan kacamata Al Hadits…tetapi pahamilah Al Hadits dengan kacamata Al Quran, sebab sebaik-baik hadits adalah Al Quran itu sendiri (QS.Az Zumar (39) : Ayat 23).
Pahamilah bahwa sesungguhnya Al Quran itu adalah pelajaran…., peringatan….Kalau dikatakan pelajaran artinya Al Quran itu semestinya dapat di acktingkan…., karena dia ( Al Quran ) harus bisa dijadikan scenario yang aplicable….Dengan demikian barulah Al Quran itu dapat menggenapi dirinya sebagai Al Huda ( Hudan ), sebagai nur….sebagai cahaya penerang atau petunjuk bagi manusia di se antero jagad raya ini…., sehingga manusia memahami apa itu islam…., apa itu iman…., siapa itu Abraham…, siapa itu Yaqub ( Israel )…., apa hubungannya dengan Nabi Musa ( Moses )…, dengan Nabi Isa ( Yesus Kristus ) …, dan agar kita pun memahami bahwa apakah ada keterkaitan atau kesamaan visi dan misi antara visi dan misi Rasulullah Muhammad dengan para Rasul Allah pendahulunya…, ataukah memang mereka membawa ajaran yang berberda ….??? Meski Allah yang di abdi, di ta’ati dan disembah oleh para rasul dan para pengikutnya itu adalah Allah yang tidak pernah berubah, sebab Dia-lah Allah yang Maha Tunggal ( Ahad )….Perhatikan dan cerdasi makna ayat yang ada di dalam QS.Albaqarah (2) : Ayat 132 dan 133….dan bacalah QS.Asy Syuura (42) : Ayat 13…., lalu renungkanlah QS.Al An’Aam (6) : Ayat 161….Demikianlah diantaranya Al Quran itu menjelaskan segala sesuatu ( tafshila kulli syaiin ) sebagaimana disebutkan di dalam QS.Yusuf (12) : Ayat 111….sebagai bukti bahwa Allah ….sesungguhnya telah memudahkan Al Quran itu sebagai pelajaran…maka adakah kita mau memikirkannya ?
Sebagai penutup…saya kembali memberikan satu analogi bahwa sesungguhnya jika seseorang berkenan untuk mendapatkan kembali “ buah-buah “ dari satu pohon yang amat disukainya….maka jika ia cerdas…tentu ia tidak akan berupaya untuk membeli buah yang sama, sebab bisa jadi buah yang ditawarkan kepadanya adalah “ buah palsu “ belaka….Akan tetapi ia akan berusaha mencari tahu….seperti apa sesungguhnya akar dari pohon yang menghasilkan buah yang amat disukainya itu….agar iapun dapat membudi dayakan pohon itu secara tepat…., di media yang tepat…, dan tata cara menanam yang tepat pula…., yang pada akhirnya pohon itu akan menghasilkan buah-buah yang berlimpah bagi kemaslahatan ummat manusia di muka bumi Allah ini….Sekian.

Salam,
Andi Dahlan

Categories: messenger
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: