Home > Allah, Ilah > Melawan Gaya tarik dunia…..

Melawan Gaya tarik dunia…..

Sesungguhnya kejadian-kejadian di alam memiliki nilai ibro/pembelajaran bagi kita semua, bahwa secara konsep apa yg ada di langit, apa yang ada di bumi telah tunduk secara patuh, suka maupun terpaksa kepada aturan/sistem yg telah dibuat formatnya oleh sang Rabb…., sehingga semua ciptaan sang Rabb bekerja menurut format yg ditentukan….maka adakah ketidak seimbangan dan kekacauan yg dapat kita jumpai dari bentuk ketaatan dan ketunduk patuhan suatu hamba/budak/ciptaan kepada sistem/aturan itu…?? bahkan dikatakan di dalam surat 67/3.

“yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak setimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang..”

dari penggalan ayat diatas, yang perlu kita cermati adalah pada bagian akhir kalimat diatas “Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang..” Mengapa Allah menyuruh kepada kita mengambil pelajaran atas pergerakan benda-benda langit yg ada di tatasurya secara berulang-ulang.. bahkan lebih ditegaskan lagi.. dengan pernyataan “.. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang..”, tentu saja tidak..!!, apalah jadinya jika seluruh benda-benda langit itu bergerak menurut kehendaknya (tidak bekerja menurut format yg ditentukan)…lalu mengapa manusia lebih cenderung berkehendak, diperbudak oleh hawahu/hawa nafsunya… sehingga lupa dengan fitrahnya sebagai abdi/hamba/budak Allah…

Begitu besar usaha/gaya yg dikeluarkan manusia,..yg disebabkan oleh beban (massa) pemikiran yang di Qolbunya… semakin hari semakin membesar…haus dengan materi (1. perut…2. bawah perut, ..dan 3. atas perut) hingga lebih menempatkan naungan yg bercabang tiga itu, yg tidak dapat menjadi pelindung, dan tidak juga dapat menolak api neraka sebagai ilah (yg diibadatinya,..yg disembahnya…yg dijadikan tu[h]annya..) itu semua merupakan suatu ketetapan atau nilai yg constant yg telah ditetapkan oleh Allah sebagai Rabbul Alamin… jika lebih cinta dengan kehidupan dunia (gravitasi bumi) tentu saja akan terjadi gaya/usaha untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan..yg telah membebani Qolbu manusia…

Mampukah kita melawan semua itu ?? tentu saja kita mampu…, dan tentu saja tidaklah mudah..sebab dibutuhkan gaya/usaha yg jauh lebih besar untuk melawan gaya yg dihasilkan oleh percepatan gravitasi bumi….sehingga kita dapat sampai ke tempat dimana tempat tersebut mengabaikan nilai gravitasi bumi…

Seperti usaha yang dilakukan oleh para rasul-rasul Allah dan pengikutnya, mereka rela mengingkari dirinya, melepas atribut lamanya.. siap dicerca..dihina.., mengorbankan segalanya…,demi menggapai/menuju suatu tempat, dimana tempat itu mengabaikan nilai gravitasi bumi, tempat yg kita kenal dengan sebutan “langit”…eitz..langit mana ??? mana bisa naik kelangit ? boro-boro mau naik kelangit pake pesawat ulang alik, ongkos buat beli minyak aja susahnya minta ampun…yah…para pembaca tentu saja bukan langit seperti itu yg saya maksudkan…

Tatanan kehidupan yang ada di langit menunjukkan suatu tatanan kehidupan yg seimbang, yang tidak ada kekacauan sedikit pun di dalamnya, semuanya melakukan aktivitas pengabdian yang Allah ridho’…, bukankah setiap manusia menginginkan kehidupan yang seperti itu??? suatu kehidupan yg di dalamnya mencerminkan kesejahteraan umat, semuanya serba berkecukupan, gak satupun manusia yang terdzolimi, gak satupun manusia yang kelaparan atau bahkan hanya mengais makanan dari tong sampah, gak satupun manusia yg makan nasi akik padahal kondisi sumber daya alam di negeri itu berlimpah, gak satupun manusia yg gak punya tempat tinggal padahal begitu luas tanah di negeri itu…, gak ada azab Allah berupa gempa, Tsunami dikarenakan Allah ridho dengan cara-cara pengabdian yg dilakukan ciptaaNya.

Kebanjiran..kelaparan…gejolak ekonomi,..sosial, politik, azab berupa gempa, tsunami yg sedang marak terjadi sekarang merupkan imbas dari sistem yg dijadikan pilihan manusia,..Allah hanya menawarkan saja kepada manusia, seperti dalam surat 5/50 “Apakah hukum jahiliyah yg mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah, bagi orang-orang yang yakin”, cuman kebanyakan manusia tidak yakin bahwa yang terbaik itu hanyalah hukum Allah, disebabkan pengaruh gravitasi bumi yang begitu menggiurkan hingga membuat nafas tertahan ditenggorakan…

dari kedua pilihan yg dipilih itu tentu saja keduanya memiliki titik ambang jenuh, ibarat malam…suatu waktu akan berakhir juga dan akan memasuki kondisi siang, kondisi terang Allah dimana segala sesuatu diterangi oleh nur Allah….

Salam,

Bask

Categories: Allah, Ilah
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: